Sabtu, 30 Maret 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar (2)

 "Manusia dan Kebudayaan"
Nama : Ferial Adrian Arifin
Kelas : 1KA06
NPM   : 12112901


Negara Inggris adalah satu negara yang berbeda sistem pemerintahannya di benua Eropa. Ada beberapa yang memiliki sistem pemerintahan sama, seperti negara Inggris, Spanyol, Belanda, atau Swedia.

Negara Inggris berada di bawah kekuasaan kerajaan atau monarki dengan sistem konstitusional dan parlementer. Kerajaan ini beribu kota di London dan memiliki empat negara yang berada di bawah kekuasaan pemerintahan yang sama ,yaitu Inggris, Scotlandia, Irlandia Utara, dan Wales.

Itulah sebabnya Inggris disebut dengan nama Great Britain atau Britania Raya. Sebanyak 62 juta jiwa penduduk mendiami berbagai wilayah di kerajaan Inggris, sehingga di sana kebudayaan dan interaksi sosialnya pun sangat beragam.

Britania Raya atau United Kingdom adalah negara besar yang sudah terbilang maju dan berkembang pesat, sehingga memantapkan posisinya di urutan ke 6 dunia sebagai negara dengan perekonomian terbesar berdasarkan nilai Produk Domestik Bruto dan menjadi negara ke-7 terbesar, berdasarkan keseimbangan kekuatan daya beli masyarakat.

Sejak awal abad ke-19, Inggris sudah menjadi negara industri pertama di dunia dan menjadi negara terkemuka berkat kemakmuran ekonomi dan sosialnya. Sampai sekarang, United Kingdom masih menjadi negara yang memilki kekuatan ekonomi, budaya, militer, science, dan politik yang berpengaruh di dunia.

Budaya Antri di Negara Inggris

Karena kondisinya yang multikultur seperti itu, masyarakat di Negara Inggris memiliki banyak kebiasaan yang unik dan berbeda dari negara lain, misalnya kebiasaan antri. Dibandingkan dengan kebiasaan antri di Indonesia yang kebablasan, budaya antri mereka patut diacungi jempol.

Jika datang dan melihat sendiri bagaimana mereka mau mengantri untuk sesuatu, kita sebagai orang Indonesia akan heran. Kok, mereka bisa-bisanya mau melakukan hal itu untuk waktu yang lumayan lama.
Apakah tidak pegal, kesal, dan membosankan? Pertanyaan seperti ini akan muncul di benak orang yang tidak terbiasa dngan budaya antri. Kenapa masyaakat Inggris bisa melakukannya? Mungkinkah faktor pendidikan atau kebiasaan sejak dulu, sehingga kita bisa melihat berbagai antrian di banyak tempat, apakah itu antri bioskop, supermarket, layanan publik, atau antri di loket kereta dalam kota.

Suatu ketika, saya harus berangkat ke Middlesex naik bus dalam keadaan terburu-buru. Dalam pikiran, saya harus berlari cepat mengejar bus, tapi ternyata setelah tiba di tempat bus berhenti, saya harus menahan nafas.

Banyak yang antri masuk ke dalam bus itu dengan tertib. Ingat karena terburu-buru ini, saya ingin segera masuk ke dalam bus, tetapi rasanya malu melihat mereka yang sudah tiba duluan tidak ada yang menyelak pengantri di depannya. Akhirnya saya pun otomatis ikut antri dengan tertib sambil terus melihat waktu di jam tangan saya.

Antrian di negara Inggris sudah seperti nilai atau norma yang berlaku di masyarakat. Semua mengikuti kebiasaan ini dengan disiplin. Mungkin, jika tidak mengikuti aturan antri tersebut, boleh saja, tetapi masyarakat akan melabeli kita dengan sebutan manusia antisosial.

Sebenarnya orang Inggris sangat tidak suka dengan orang yang suka menyalip antrian seenaknya. Mereka menganggap orang yang seperti itu tidak mempedulikan sekitarnya dan termasuk orang egois. Menakjubkan, karena bila orang harus antri untuk sekedar masuk ke bar saja, mereka rela mengantri selama 30 menit lebih.

Budaya antri yang baik ini juga bukan hanya terlihat di negara Inggris saja, tetapi di negara Eropa lainnya, masyarakat terbiasa dengan budaya antri yang tertib. Pernah saya harus mengurus dokumen ijin tinggal di Spanyol dan waktunya sudah mepet sekali. Bagaimana pun saya harus tetap antri, ketika masuk ke dalam gedung dan melihat antrian panjang di sana.
Semua menunggu dengan sabar. Ada yang duduk-duduk sambil ngobrol, ada yang baca koran atau membuka internet. Semuanya antri dengan baik. Mari kita bandingkan dengan budaya antri di negara sendiri, Indonesia. Kalah, jauh sekali.

Memang sikap tertib dan disiplin ini tidak selalu berjalan dengan baik untuk beberapa kekecualian tertentu, yang menyebabkan orang harus bergegas dan berebut sesuatu.
Seperti, ketika terjadi kemacetan sistem listrik kereta api sehingga kereta yang berjalan sesuai jadwal hanya sedikit, maka masyarakat bisa saling berebut mendapatkan tempat dalam kereta tersebut. Mereka melakukan itu karena mepetnya jam kerja dan memburu waktu ke tempat lain.

Ketika antri di supermarket, kita bisa bertanya pada orang yang paling belakang berada antrian, apakah mereka memang mengantri untuk membayar di kasir atau tidak. Bisa saja mereka kebetulan berdiri di situ. Jadi, lebih baik bertanya dari pada diam, tapi membuang waktu.
Kebiasaan antri di negara Inggris memang patut diacungi jempol karena ketika ada situasi darurat mereka tidak akan banyak bicara dan membiarkan orang yang sedang dalam kondisi darurat untuk mendapatkan pelayanan terlebih dulu, misalnya ibu hamil atau orangtua yang sangat memerlukan pengobatan segera.

Kebiasaan Aneh Masyarakat di Negara Inggris
Tidak semua negara, masyarakat, dan bangsa sempurna. Di balik kebiasaan baik, pasti ada kebiasaan yang aneh dan tidak umum, seperti di negara Inggris ini. Suatu waktu, mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, pernah mengatakan kalau orang Inggris punya kebiasaan aneh.

Apa itu? Orang Inggris tidak terbiasa menerima pandangan berbeda orang lain mengenai suatu hal yang diyakini bersama dalam masyarakat. Opini selalu berbeda-beda karena memang kepala manusia pun berisi bermacam-macam pikiran.
Nah, di negara Inggris, orang yang memiliki pandangan berbeda dan keukeuhdengan pandangannya, selalu berbuah skandal. Masyarakat menduga ada konspirasi di balik pandangan itu, ada sebuah kebohongan besar yang menjijikkan. Masyarakat tidak mau tahu bahwa setiap orang berhak memiliki pandangan sendiri dan berhak mempertahankan argumentasinya apapun itu.

Mungkin saja Tony Blair mengatakan masyarakat Inggris seperti itu karena dia dituduh memiliki suatu kebohongan karena telah mempertahankan argumennya di depan publik Inggris. Ketika itu, Tony Blair memutuskan untuk mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak dan dia menyatakan tidak menyesali keputusannya tersebut. Ketika dimintai keterangan oleh tim khusus pun, Blair tetap menyatakan tidak menyesal dengan keputusannya itu.
Selain Blair, pejabat lainnya pun ikut dimintai keterangan ketika itu.
Masyarakat di Negara Inggris, ketika itu menyebut Blair sebagai pembohong dan pembunuh. Kenapa? Karena beliau tidak menyesali keputusannya dan berkeyakinan bahwa dirinya sudah melakukan hal benar yang seharusnya dilakukan.


Sedangkan ketika itu, tidak sedikit jumlah pasukan Inggris yang berada di Irak. Keluarga dan kerabat dari pasukan Inggris tersebut tentu geram akan pandangan Blair tersebut. Itulah sebabnya mereka mengecam Tony Blair dan menyebutnya sebagai pembohong besar.
Seperti diketahui, Inggris adalah Negara kedua yang mengirimkan pasukan ke Irak dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan untuk mendukung invasi yang dilakukan oleh sekutunya, Amerika Serikat, pada tahun 2003. Sebanyak 45 ribu tentara Inggris dikirim ke Irak, ketika itu, dan selama keterlibatan mereka di perang Irak, Inggris telah kehilangan tentaranya sebanyak 179 orang tewas di medan perang.

Untuk itu, negara Inggris memutuskan untuk menarik pasukannya pada bulan April 2009 dan menarik diri dari keterlibatannya di perang Irak tersebut. Ya, tidak ada orang yang bicara tanpa alasan, begitu juga dengan masyarakatnegara Inggris yang maju dan modern.

Sumber : http://www.anneahira.com/negara-inggris.htm

Pendapat saya :
Masyarakat Eropa, dalam hal ini masyarakat Inggris memiliki suatu kebudayaan positif yang luar biasa jika dibandingkan dengan kebudayaan yang ada di masyarkat Indonesia, dalam hal ini kebudayaan yang dimaksud adalah budaya antri.

Masyarakat Inggris sangat menjunjung tinggi budaya antri, hal ini mungkin didasarkan pada latar pendidikan yang diterapkan di negara Monarki tersebut sejak lama. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan masyarakat Indonesia yang bisa dibilang sangat tidak sabaran dalam hal apapun terutama antri. Seharusnya Masyarakat Indonesia mencontoh masyarakat Inggris karena dalam hal segenting apapun masyarakat Ingris tetap menjunjung budaya antri tersebut.


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar